Bismillahhirahmanirrahim
Assalammualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Sebelumnya saya mau ngeborong pertanyaan dulu nih hehe. Mengapa ada orang jujur? mengapa ada orang bohong? mengapa ada orang baik? mengapa ada orang jahat? mengapa ada orang rajin? mengapa ada orang malas? mengapa ada orang yang peduli? mengapa ada orang yang acuh? Ya rabb… semoga kami termasuk orang-orang yang selalu bersikap atas apa yang Engkau senangi.
Banyak yang bilang Hidup Itu Pilihan. Emang iya ya Hidup Itu Pilihan? Menurut kalian Hidup Itu Pilihan bukan sih?
Untuk membantu menjawab pertanyaan tersebut mari kita lihat apa yang Allah firmankan. Dalam (Q.S Yunus 10 : 44), yang artinya “Sesungguhnya, Allah tidak mendzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia yang mendzalimi dirinya sendiri”.
Dari firman Allah tersebut maka dijelaskan, apabila ada manusia yang menolak ajaran-ajaran Allah, sesungguhnya itu adalah pilihannya bukan Allah yang menjerumuskan karena Allah tidak mendzalimi manusia sedikit pun. Manusia diberi perangkat yang amat canggih tak terkalahkan yaitu akal, indra dan nurani. Manusia diberi kebebasan untuk memilih jalan yang akan ditempuh. Apakah akan menempuh jalan kebaikan atau kesesatan. Apabila ada manusia yang memilih jalan kesesatan maka itu pilihannya, begitu juga kalau memilih jalan kebenaran itu murni pilihannya.
Jadi gimana nih sudah bisa menjawab bahwa Hidup Itu Pilihan atau Hidup Bukan Pilihan?
Eiiiit tapi tunggu dulu, yaaaaa namanya juga manusia memang tempatnya salah dan dosa. Nah untuk memproteksi atau melindungi diri kita dari hal-hal yang Allah tidak senangi, maka alangkah lebih baiknya yuk kita ganti slogan Hidup itu pilihan. Kenapa harus diganti??????
Karena Allah menciptakan manusia bukan hanya kebetulan, melaikan itu sudah ketetapan Allah. Yang mana kita adalah pemenang dari sekian banyak sperma yang dibuahi, dari situlah kita menjadi embrio kemudian janin. Yang mana setelah itu di tiupkan ruh. Dan akhirnya kita dipercaya Allah untuk menjadi salah satu dari sekian ribu juta manusia penduduk bumi. Semua manusia atas dasarnya pernah berkomitmen dengan Allah jauh sebelum kita dilahirkan, walaupun waktu itu kita tentu tidak menyadarinya. Yang mana Allah berfirman: “Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) manusia dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka seraya berfirman, ”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul, Engkau Tuhan kami, sungguh kami bersaksi”. Kami melakukan itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya , ketika itu kami lengah terhadap perjanjian ini .” (QS. Al-A’raf 7 : 172).
Sekarang lalu mengapa setelah berada di dunia manusia suka mengingkari perjanjian kepada Tuhannya. Saya pun sering kali mengingkari janji kepada Allah, seperti hal nya sering meninggalkan apa yg diwajibkannya, mengerjakan apa yang dilarangnya, mengerjakan perilaku tercela dan masih banyak lagi. Justru ketika menyeleweng dari ketetapanNya bukankah itu bukan pilihan, karna Allah menyuruh hambaNya untuk memilih yang benar. Astagfirullahhaladzim.
Telah saya sadari dari situlah Allah menciptakan manusia tidak main-main. Hidup itu harus di pertanggung jawabkan kepada PenciptaNya. Maka sebaiknya buang jauh-jauh slogan Hidup Itu Pilihan, karena hal itulah yang bisa jadi mentolerir diri untuk terbiasa melakukan hal yang tidak di senangi Allah, bisa jadi menjadikan mainset pola pikir untuk memilih apa yang kita pilih walaupun keluar dari rule ketetapanNya, bisa jadi melonggarkan diri dari tuntunan Allah serta bisa jadi mengikuti nafsu semata. Dan khawatirnya muncul tanggapan seperi ini, “ya terserah gue dong mau ngelakuin apa pun, ini kan hidup-hidup gue. Hidup ini pilihan coy!! !” Naudzubillahhimindzalik.
Memang kita enggak pesen tuh kepada Allah untuk dilahirkan di dunia ini, tapi itu sudah ketatapan Allah. Dengan adanya kita di dunia ini kita bisa menikmati seluruh keindahan serta kenikmatan yang Allah berikan. Kita sebagai makhluk ciptaannya sudah sepatutnya memberikan dedikasi hidup kita ke Maha Pencipta dan memberikan hak-hak Allah. Seperti kata D’Masiv : Syukuri apa yang ada hidup adalah anugrah. Nah sangat lebih baik jika mengaitkan Hidup Itu adalah Anugrah, anugrah terbesar terindah yang di berikan oleh sang Pencipta kepada kita. Sayang kan jika anugrah terindah kita nodai dengan hal-hal yang buruk. Jalani anugrahNya dengan banyak bersyukur, melakukan ketetapan Sang Pencipta serta isilah hidup ini dengan sesuatu yang bermanfaat untuk sesama sebelum Allah berkata waktunya pulang.
Semoga kita menjadi seorang pemilih yang jitu. Mohon maaf bila ada kesan menggurui, ini hanya reminder atau pengingat untuk saya yang berusaha diwafatkan ketika berada di pilihan yang tepat. Aamiin yaa rabbal a’lamiin.
Wallahhu a’lam, Wassalammuaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Semoga Allah menempatkan mu di jannatul qurbah
BalasHapus